PENGELOLA JURNAL WARDAH FDK UIN REFAH DUKUNG PENDIRIAN PERKUMPULAN PENGELOLA JURNAL ILMU DAKWAH
Jurnal Wardah

By Ricky Dwi Pangestu 02 Jul 2019, 07:40:57 WIB Kampus
PENGELOLA JURNAL WARDAH FDK UIN REFAH DUKUNG PENDIRIAN PERKUMPULAN PENGELOLA JURNAL ILMU DAKWAH

Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah se-Indonesia, kini memiliki wadah berhimpun untuk mendorong kinerja pengelolaan jurnal yang lebih baik, yaitu Perkumpulan Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah (PPJID).

Tak kurang dari 50 peserta dengan antusias melakukan Focus Group Dicussion untuk menyelesaikan masalah pengelolaan jurnal yang diselenggarakan di Hotel Grand Tjokro Bandung selama dua hari, Kamis-Jumat, 27-28 Juni 2019.

Para pengelola jurnal ini berasal dari perguruan tinggi islam yang memiliki fakultas dakwah dan komunikasi, baik negeri atau swasta.

Pengelola Jurnal Wardah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Raden Fatah (Refah) Palembang, Dr. Abdur Razzaq, M.A. atau razzaq (Wakil Dekan I FDK UIN Refah) turut hadir dan mendukung acara tersebut dari awal sampai akhir.

Razzaq mengatakan, semoga perkumpulan ini dapat membantu Jurnal Wardah FDK UIN Refah untuk meningkatkan akreditasinya.

“Saat ini, Jurnal Wardah menyediakan tulisan-tulisan bagi para praktisi dan akademisi untuk mengembangkan teori, penelitian empiris dan mengenalkan konsep-konsep baru di bidang Dakwah dan Komunikasi dengan cara pandang yang baru,” kata Razzaq, Senin (1/7/2019).

Razzaq menambahkan, selain mendeklarasikan diri sebagai Perkumpulan Pengelola Jurnal Dakwah, para peserta juga mendapatkan pencerahan mengenai proses dan tahapan akreditasi serta standar jurnal yang akan diakreditasi.

“Perkumpulan ini menunjuk secara aklamasi Dr. Uwes Fatoni, M.Ag. Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah terakreditasi Sinta 2, sebagai ketua asosiasi,” ujar Razzaq.

Selain itu, dalam kata sambutannya, Dr. Aep Kusnawan, M.Ag mewakili Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung menyatakan kalau deklarasi ini adalah momentum sejarah.

“Seperti kelahiran APDI (Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia) dan PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) terjadi di Bandung, kelahiran Perkumpulan Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah (PPJID) di Bandung juga harus menjadi sejarah yang gemilang,” ungkap Aep.

Sedangkan Dr. Soimun, dalam kata sambutannya sebagai Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI) mengungkapkan, bahwa perkumpulan ini bisa mengangkat harkat dan martabat fakultas dakwah dan komunikasi yang dipandang sebelah mata, sehingga dirinya sangat mendukung kegiatan ini.

“Hari ini, keberadaan fakultas dakwah dan komunikasi masih dipandang sebelah mata, dengan kegiatan ini saya berharap dapat mengangkat harkat dan martabat fakultas dakwah. Apalagi mengangkatnya ke dalam forum ilmiah,” ujar Soimun.

Oleh karena itu, menurut Soimun, dengan adanya perkumpulan ini mudah-mudahan bisa mendorong agar jurnal-jurnal di lingkungan Fakultas Dakwah terakreditasi. “Jika sudah terakreditasi kan bisa mengangkat fakultasnya,” harapnya.

Uwes Fatoni, selaku ketua PPJID terpilih, langsung mendata jurnal-jurnal ilmu dakwah yang diakreditasi. Ia berharap perkumpulan pengelola jurnal ini dapat membantu agar mempercepat akreditasi jurnal ilmu dakwah seluruh Indonesia. (FDK/UINREFAH)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment