ArabicEnglishIndonesian
dakkom_uin@radenfatah.ac.id - Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No. 01 KM. 3.5, Kel. Pahlawan, Kec. Kemuning, Palembang 30126

FDK NOBAR VIDEO ART SASTRA TUTUR LAHAN BASAH SUNGAI MUSI DAN DISKUSI KARYA

Keterangan Gambar - Kegiatan Pemutaran Video Art dan Diskusi Karya

Yuli Asmala dan Elly Rahmayanti  Senin, 25 Nov 2024 - 13:40:59 WIB | 157

FDK NOBAR VIDEO ART SASTRA TUTUR LAHAN BASAH SUNGAI MUSI DAN DISKUSI KARYA

Dakwah_Meroket: Palembang, 25 November 2024, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Raden Fatah Palembang sukses menggelar kegiatan Pemutaran Video Art dan Diskusi Karya dengan tema “Bersenandung di Perahu Kajang: Menjaga Pesan Leluhur”. Bertempat di lantai IV Gedung A FDK, kegiatan ini menjadi momen refleksi penting akan budaya dan kearifan lokal yang terhubung dengan ekosistem lahan basah di Sumatera Selatan. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FDK, Dr. Nurseri Hasnah Nasution, M.Ag., yang mewakili Dekan FDK UIN Raden Fatah Palembang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi besar terhadap inisiatif ini. “Kita bersinergi dengan alam, sehingga alam itu memberikan manfaat untuk kita, dan kita memberikan manfaat kepada alam,” ujarnya, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. 

Acara menghadirkan narasumber kompeten diantaranya Jufrizal, M.A., dosen Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah, dan Kristanto Januardi, M.M., dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumatera Selatan. Diskusi dipandu oleh moderator Nopri Ismi, M.Ling., alumni FDK yang kini berkiprah sebagai Divisi Program di Teater Potlot. Program “Bersenandung di Perahu Kajang” yang mereka usung telah berlangsung sejak Januari hingga September 2024 dengan dukungan Kemendikbud Ristek melalui Dana Indonesia dan LPDP. 

Dalam diskusi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya lahan basah di Sumatera Selatan yang mencakup sekitar tiga juta hektar dari total wilayah 9,1 juta hektar. Lahan basah ini meliputi sungai, danau, rawa, dan mangrove yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, sekaligus melahirkan budaya unik seperti bersenandung di perahu kajang. Para narasumber juga membahas kumpulan puisi karya penyair Gen Z dalam buku “Sungai dan Rawang” yang menggambarkan kondisi terkini lahan basah Sungai Musi. 

Puisi-puisi dalam buku tersebut menjadi inspirasi utama dalam karya video art yang ditampilkan. Melibatkan kolaborasi pekerja seni lintas bidang seperti musik, teater, dan multimedia, karya ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur dan kelestarian lingkungan. Acara ini menegaskan komitmen UIN Raden Fatah Palembang dalam mengangkat seni dan budaya lokal sebagai media edukasi dan pelestarian lingkungan.  (YA/ER)

Tag Rilis dakkom,fakultas,akreditasi,uinrf,dakkom,md,jurnalistik,pmi,kpi,bpi,kegiatan,mahasiswa,